Berikut ini Pengalaman Naik Kereta Api Sangkuriang rute Surabaya – Banyuwangi. Karena tidak memungkinkan untuk ambil full trip, kami ambil rute yang Surabaya – Ketapang saja. Perjalanan perdana KA Sangkuriang dari Bandung pada tanggal 1 Mei 2026, tiba Surabaya Gubeng sudah masuk tanggal 2 Mei 2026 pukul 01:12 WIB. Lokomotif melakukan gerak langsir untuk melanjutkan perjalanan Surabaya Gubeng – Ketapang.
Posisi susunan rangkaian kereta api saat datang Surabaya Gubeng dari Bandung : Lokomotif, kereta pembangkit, compartment suite, kereta eksekutif 1-4, kereta makan, kereta ekonomi1-3. KA Sangkuriang berangkat Surabaya Gubeng tepat pukul 01:37 dengan formasi lokomotif, kereta ekonomi 3-1, kereta makan, kereta eksekutif 4-1, compartment, kereta pembangkit.
Baca Juga Jadwal KA Sangkuriang


Kami berada di kereta eksekutif 1 hurufnya B. Mengapa milih B, Bukankah window seat A dan D itu yang dicari oleh penikmat perjalanan kereta. Alasan kami adalah tidak ingin merepotkan seat huruf B atau C. Kok bisa. Saat perjalanan yang jauh dengan duduk terlalu lama, tubuh akan kami gerojok dengan air putih terus menerus. Sehingga output yang keluar dari tubuh juga pasti banyak.

Sering ke kamar mandi kereta itu pasti. Itulah mengapa lebih memilih seat huruf B atau C, lebih enak, langsung cuss kamar mandi, tanpa perlu ijin atau mengganggu istirahat penumpang lain. Bayangkan kalau di seat A atau D, bolak balik ijin kan tidak enak juga.
Selain itu, kami ingin mengabadikan momen perjalanan di tiap stasiun. Ini juga aktivitas yang banyak pergerakannya. Gak enak juga kalau harus mengganggu penumpang lain. Aktivitas minor lain yang minim pergerakan adalah saat waktu sholat tiba, harus ambil air wudhu dulu. Itu pilihan kami, tidak perlu dijadikan acuan.

Suasana malam yang dingin dalam temaram kereta eksekutif 1 KA Sangkuriang masih “ramai”. Masih terdengar oborlan penumpang lain, masih terlihat aktivitas. Lampu malam dalam kereta cukup untuk menina bobokkan kami. Kabin kereta kedap suara, minim goncangan, kursi juga nyaman dengan pijakan kaki.

Dingin malam ditambah kabin yang ber AC membuat kami membuka selimut yang disediakan PT KAI. Lumayan bisa menghangatkan tubuh untuk bisa mencoba tidur dengan tenang. Perjalanan dari Surabaya sampai Jember kami lewatkan dengan tidur. Tiba di Jember 04:35 yang sudah memasuki waktu Subuh. Kami Sholat berjamaah di Musholla Kereta yang terletak di Kereta Makan.


Perjalanan lanjut kembali, Pagi menyapa dengan menyajikan pemandangan alam Daop 9 di sekitar lepas Stasiun Kalisat. Pemberhentian berikutnya adalah Stasiun Kalibaru yang disambut dengan gerimis tipis. Stasiun pemberhentian berikutnya adalah Banyuwangi Kota dan terakhir Stasiun Ketapang.
Secara umum, naik KA Sangkuriang eksekutif relatif nyaman, tidak terasa pegal/capek, begitu juga kereta ekonominya yang sudah memakai single seat (kereta ekonomi premium ss). Tidak gemlodak, kabin kedap tidak bising, toilet bersih.

Kalau ada kesempatan, ingin mengulangi lagi naik KA Sangkuriang. Demikian Pengalaman Naik Kereta Api Sangkuriang semoga bermanfaat.



